KPM Protes! Terdata di DTSEN dengan Desil Tinggi, Padahal Realitanya Belum Tentu!? Mengapa Demikian? Cek Penjelasannya!

Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belakangan ini mengeluhkan status mereka yang tiba-tiba tercatat desil tinggi di DTSEN (Data Terpadu Sistem Ekonomi Nasional). Masalahnya, kondisi ekonomi di lapangan tidak sesuai dengan data tersebut. Ada yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi sistem justru menandai mereka “tidak layak” karena dianggap mampu.

Keluhan ini sangat wajar, karena penentuan desil sangat berpengaruh terhadap:

  • apakah keluarga masih berhak menerima PKH,
  • apakah masih layak mendapat BPNT,
  • apakah terdaftar dalam bantuan beras,
  • atau bahkan terhapus dari semua bansos karena dinilai “tidak miskin”.

Lalu, mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Apa penyebab desil tinggi padahal kondisi di lapangan rendah? Dan apa yang harus dilakukan oleh KPM?

Mari kita bahas secara lengkap, jelas, dan mudah dipahami kantor-klikbantuan.

KPM Protes! Terdata di DTSEN dengan Desil Tinggi, Padahal Realitanya Belum Tentu!? Mengapa Demikian? Cek Penjelasannya!

Apa Itu Desil dalam DTSEN?

Sebelum masuk ke masalah, kita perlu memahami dulu apa itu desil.

Dalam DTSEN, masyarakat dibagi menjadi beberapa tingkat kesejahteraan:

  • Desil 1–4 → dianggap paling miskin atau rentan, biasanya layak menerima bansos.
  • Desil 5–7 → kelompok menengah bawah.
  • Desil 8–10 → dianggap mampu, jarang diberikan bansos.

Masalah muncul ketika KPM yang sebenarnya hidup pas-pasan, malah masuk desil tinggi, sehingga dianggap mampu dan tidak lagi menerima bansos.

Mengapa Banyak KPM Terdata Sebagai Desil Tinggi Padahal Kondisi Tidak Mampu?

Inilah bagian yang membuat banyak KPM bingung dan protes.

Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi:

Data Lama yang Belum Diperbarui

Banyak data rumah tangga masih mengacu pada:

  • kondisi 3–6 tahun lalu,
  • survei lama saat ekonomi masih stabil,
  • data sebelumnya yang tidak pernah diperbarui.

Jika dahulu kondisi ekonomi baik, tetapi sekarang menurun, sistem tetap menilai sesuai data lama.

Kesalahan Input dari Petugas atau Aplikasi

Dalam pendataan, human error sangat mungkin terjadi:

  • pendapatan dicatat terlalu tinggi,
  • jumlah anggota keluarga tidak sesuai,
  • status pekerjaan tidak diperbarui,
  • aset keluarga tercatat lebih banyak daripada yang ada di lapangan.

Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada penilaian desil.

Sistem Menilai Berdasarkan Aset Fisik, Bukan Kondisi Real

Sistem DTSEN sering menilai berdasarkan:

  • kondisi bangunan rumah,
  • kepemilikan motor,
  • luas tanah,
  • listrik,
  • atau barang elektronik tertentu.

Contoh kasus:

  • KPM punya motor harga murah → terbaca “mampu”.
  • Rumah masih bantuan orang tua → dianggap punya aset.
  • Ada TV kecil → nilai kesejahteraan naik.

Padahal kondisi ekonomi sering jauh dari penilaian sistem.

Ada Anggota Keluarga yang Terdata Berpenghasilan Tinggi

Kadang sistem membaca pendapatan berdasarkan:

  • data pajak,
  • status pekerjaan formal,
  • BPJS Ketenagakerjaan,
  • atau data perusahaan.

Kendala:

Seseorang bisa saja terdaftar bekerja, tetapi:

  • gajinya kecil,
  • pekerjaannya tidak stabil,
  • atau sudah tidak bekerja namun belum dihapus dari sistem.

Sistem Mengambil Data dari Sumber Berbeda

DTSEN menggabungkan data dari:

  • Dukcapil
  • DTKS
  • BPJS
  • perbankan
  • pajak
  • bantuan daerah
  • dan survei digital lainnya

Jika salah satu data menunjukkan “kemampuan finansial tinggi”, desil otomatis naik meski realitanya tidak demikian.

Dampak Jika Terdata Sebagai Desil Tinggi

Jika KPM muncul sebagai desil tinggi, dampak langsungnya adalah:

1

Berisiko Tidak Lagi Dapat PKH
Desil tinggi = dianggap tidak miskin → PKH bisa dihentikan.

2

Terhapus dari BPNT/Kartu Sembako
Padahal masih sangat membutuhkan.

3

Tidak Masuk Penerima Bantuan Beras
Karena yang diprioritaskan hanya desil rendah.

4

Tidak dapat bansos darurat
Seperti BLT Kesra, BLT inflasi, atau bantuan daerah.

Mengapa Perubahan Desil Bisa Terjadi Tiba-Tiba?

Beberapa alasan umum:

  • pembaruan data otomatis oleh pemerintah daerah,
  • adanya sinkronisasi dengan data nasional,
  • ditemukan data baru dari aplikasi digital,
  • perbaikan DTKS secara berkala,
  • atau ada laporan ketidaksesuaian data.

Terkadang KPM tidak diberi pemberitahuan terlebih dahulu.

Apakah KPM Bisa Mengajukan Perbaikan Jika Desil Tidak Sesuai?

Ya! KPM yang merasa keberatan berhak mengajukan perbaikan data.

Berikut cara paling mudah yang bisa dilakukan.

Cara Mengatasi Jika Anda Terdata Desil Tinggi Padahal Tidak Mampu

Berikut cara paling mudah yang bisa dilakukan.

Laporkan ke Kantor Desa atau Kelurahan

Ini langkah pertama dan paling efektif.

Sampaikan:

  • pendapatan sebenarnya,
  • kondisi rumah,
  • jumlah tanggungan,
  • bukti bahwa Anda membutuhkan bantuan.

Petugas bisa mengajukan perbaikan data DTKS.

Minta Pendataan Ulang

KPM berhak meminta agar petugas melakukan survei rumah.

Ini penting untuk:

  • menunjukkan kondisi asli,
  • memperbaiki data aset,
  • menilai ulang tingkat kesejahteraan.

Perbaiki Data di Aplikasi DTKS atau Cek Bansos

Jika ada ketidaksesuaian:

  • alamat tidak sesuai,
  • anggota keluarga kurang/lebih,
  • pekerjaan tidak benar,

Anda dapat meminta perbaikan melalui operator desa.

Pastikan Data Dukcapil Terupdate

Banyak desil bermasalah karena data KK/KTP tidak sinkron.

Pastikan:

  • nama sesuai,
  • NIK aktif,
  • KK terbaru,
  • tidak ada anggota yang tercatat ganda.

Bawa Bukti Pendukung

Beberapa bukti yang membantu:

  • slip penghasilan (jika ada),
  • foto rumah,
  • surat keterangan tidak mampu,
  • surat kehilangan pekerjaan,
  • bukti tanggungan keluarga.

Faktor yang Dianggap Sistem sebagai Penentu Kesejahteraan

Ini penting dipahami agar tidak salah paham.

Sistem menilai:

  • dinding rumah
  • lantai
  • motor
  • TV
  • kulkas
  • dan listrik

Karena dianggap sebagai indikator kemampuan.

Jika Anda merasa penilaian tidak sesuai, minta petugas mendata ulang.

Mengapa Banyak KPM Senasib?

Karena:

  • perbaikan data dilakukan secara massal,
  • sistem otomatis menaikkan desil ketika melihat “aset keluarga”,
  • kondisi ekonomi masyarakat berubah cepat, tetapi data tidak mengikuti,
  • banyak data KPM masih menggantung di sistem lama.

Masalah ini bukan dialami satu atau dua orang, tetapi ribuan KPM di seluruh Indonesia.

Apakah Desil Bisa Turun Lagi?

Bisa. Selama:

  • data telah diperbarui,
  • petugas melakukan validasi,
  • dan kondisi keluarga sesuai kategori miskin/rentan,

desil dapat turun sehingga peluang menerima bansos kembali terbuka.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Biasanya karena data lama belum diperbarui atau sistem membaca aset keluarga lebih tinggi dari realitanya.

Sebagian besar program bansos mensyaratkan desil rendah, jadi kemungkinan besar bantuan dihentikan sementara.

Ajukan perbaikan data melalui desa/kelurahan dan minta survei ulang.

Motor tertentu bisa membuat desil naik, terutama motor baru atau lebih dari satu unit.

Ya, jika tercatat memiliki penghasilan tetap, meski sebenarnya pendapatan kecil.

Penutup

Masalah KPM yang tiba-tiba masuk desil tinggi di DTSEN memang sering terjadi. Namun hal ini bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Banyak faktor yang menyebabkan kesalahan data, mulai dari sistem yang belum diperbarui, kesalahan input, hingga penilaian aset yang tidak sesuai kondisi nyata.

Yang paling penting adalah aktif mengecek data dan melapor jika ada ketidaksesuaian, karena data yang benar sangat menentukan apakah seseorang masih layak menerima bantuan sosial atau tidak.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *